Sabtu, 22 Februari 2014

pria yang berselera

Assalamualaikum..
bismillah, sebuah cerita inspiratif untuk manusia yang ingin menjaga pandangannya..

Pria yang Berselera

by: Nandang Burhanudin
*****

Pria, apapun namanya baik Ikhwan ataupun lelaki sama-sama memiliki kebiasaan; menyukai yang namanya pesona. Pria memang pecinta wanita. Walau tak semuanya buaya.

Oleh karena itu, saat seorang pemuda mendatangi sang ustadz. Ia mengeluhkan betapa pesona wanita telah membuatnya gila. "Tanpanya, separuh nafasku pergi", keluh si pemuda.

"Wanita itu ada untuk menemani Adam menikmati surga", sang pemuda tanpa malu lagi berunjuk rasa.

Alaah ... lebay amat sich! Emang ane kagak pernah muda apa?", jawab sang ustadz tak ingin terpengaruh celoteh si anak muda.

"Enelan pak ustadz. Beri resep dong, biar saya bisa menahan pandangan dan tak lagi tergoda pesona wanita!", pinta si anak muda.

"Oke. Ane kasih satu resep. Siap ngikutin kagak? Ane kasih gratis ya ... soalnya anak muda galau kagak akan mampu bayar .. he .. he he ....", sang ustadz tersenyum.

"Siaaap graaak ...!", si anak muda semangat empat lima.

"Gini deh. Nih ane kasih segelas susu penuh. Susu cair full cream. Ane minta ente pergi jalan, temui si fulan", pinta sang ustadz.

"Ah mudah amat. Mana resepnya?", tanya si anak muda.

"He he ... gini ni ..pemuda Ghuluww. Kagak pernah sabaran ... Ni resepnya; 1. Bawa susu itu jangan ampe tumpah ya. Tumpah dikit, ane suruh murid ane nyapin rotan ke ente ya. Satu kali tumpah, 10 kali pukulan rotan", tegas sang ustadz.

"Woww ... berat amat resepnya!", keluh si anak muda.

"Mau kagak? Katanya mau sehat dari pengaruh pesona wanita...", tantang sang ustadz.

"Mau deh ...", si anak muda pasrah.

****
Selang beberapa waktu, si anak muda tadi pun menjalani terapi yang disodorkan sang ustad. Singkat kata, ia pun sukses menjalani terapi tersebut.

"Gimana? Sejak jalan membawa susu tadi, berapa wanita yang ente lirik? Adakah pesonaa wanita itu yang menjerat jiwamu?", tanya sang ustadz.

"Ajiiib ... tak seorangpun yang saya lirik. Tak ada satu pesona pun yang menggoyahkan iman saya ....", si anak muda bersyukur.

"Terus apa sebabnya?", tanya sang ustadz.
"Sebabnya; 1. Saya fokus memperhatikan susu supaya tidak tumpah; 2. Saya takut kalau tumpah dipukul rotan oleh murid pak ustadz; 3. Saya malu jika saya dipermalukan di muka umum", jawabnya penuh percaya diri.

"Ya ya ya .. gak sia-sia punya murid kayak ente. Cerdas! Jadi untuk menjaga pandangan dan tidak tergoda wanita resepnya persis yang dikatakan ente tadi; 1. Fokus pada cita-cita hidup; 2. Takut pada hukuman, terlebih hukuman Allah; 3. Malu jika melakukan dosa, dan dosa itulah yang membuat kita dipermalukan seluruh manusia", jelas sang ustadz.

"Nah sekarang. Ente layak dapat hadiah. Temui si fulan. Ia tengah mencari calon menantu untuk putrinya. Ia orang kaya. Dermawan. Anaknya insya Allah tidak akan mengecewakan ...", sang ustadz tersenyum.

"Waduh &^@%@^@&*", si anak muda diam seribu bahasa. Untung saja tidak pingsan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

trimiss sudah meluangkan waktu untuk membaca.. kami butuh kritik dan saran nya :) silahkan beri komentar