Minggu, 08 Februari 2015

Remaja dan Cinta

“REMAJA DAN CINTA’’
Karya : Anida Ulhaq. 02-01-2015


“CINTA” itu selalu sederhana, bukan perkara “aku cinta kamu, maukah kau menjadi pacarku?” dan juga bukan perkara “aku mencintainya, taukah ia tentang ini” sama sekali bukan.. cinta dan remaja. Khas memang jika seorang remaja dikaitkan dengan cinta. Mengapa bisa begitu? Karna pada awal masa inilah kita bisa menilai, bisa tertarik dan bisa merasakan sesuatu yang mungkin ‘spesial’ yang belum pernah kita rasakan sebelumnya, ya. Tampan,cantik,baik hati,sopan,gaul,trendy,macho dan cerdas menjadi salah satu factor utama seorang remaja mengagumi atau mencintai lawan jenisnya. Dan tentu ‘akhlak mulialah’ fakor yang paling dikagumi diantara factor-faktor yang lain. Mengapa? Karna sudah fitrahnya seorang manusia mengagumi manusia yang berakhlak baik.  Lantas bagaimana kah seharusnya remaja menyikapi hal atau fitrah tersebut ? bagaimanakah jika dituangkan dalam hubungan yang bernama ‘’pacaran’’ ?? sekilas.. banyak sekali korban perasaan akibat berpacaran. Tentu saja, hubungan ini tidak diresmikan hukum, ia berselingkuh kau tak bisa mengadukannya, sakit hati? Itu resikonya. Dan yang lebih parah ketika kau diminta membuktikan seberapa besar cintamu kepadanya kau relakan apapun yang menjadi milikmu, rasa hormat hilang? Sakit hati? Kau hanya menanggung malu jika kau laporkan perilakunya kepada yang berwajib, tinggal lah engkau seorang diri dengan beban penuh sesak yang kau bagikan kepada keluargamu. Ya kehormatan keluargamu pun hilang seketika beriringan dengan membesarnya perutmu, apa yang kan kau lakukan? Menikah? Bagaimana jika usiamu belum cukup karna masih sekolah? Mengugurkan ? 2 dosa besar yang kau lakukan 1. Berzina , 2. Membunuh. WAW bukan.. ya, dampak pacaran begitu buruk. Tak ada hubungan lain sekeji “pacaran” bagaimana jika aktifis pacaran dengan metode LDR atau Long Distance Relationship ? Omygat. Begitu dahsyat kah perasaanmu itu hingga memaksakan hubungan walaupun dengan jarak jauh? Apa jaminannya bahwa ia tetap menjaga perasaanmu? Bagaimana jika ia juga mengatakan hal yang sama untuk seseorang diluar sana? Tak menutup kemungkinan bukan jika ia berani katakana cinta setengah mati padamu, ia akan berani katakana hal itu kepada orang lain? Huft.. rumit.. bagaimana kah aku dapat mengetahui sedemikian rupa dampak negative pacaran? Apakah aku pernah mengalaminya? Seribu syukur ku ucapkan kepada yang mempunyai hati ku. Satu kalimat perhatianpun tak kulontarkan kepada lelaki yang belum menjadi hak-ku. Ya! Dahulu aku sudah mempunyai prinsip bahwa pacaran itu finalnya putus, apalagi untuk bocah seumuranku, yang belum mengerti apa itu cinta. Ternyata benar sahabat-sahabatku teman temanku yang berpacaran seusia remaja finalnya “putus” kau tahu kenapa? Karna.. tiap harinya tiap minggunya tiap bulannya bahkan tiap tahunnya ada seseorang yang lebih baik- lebbih cantik – lebih ganteng .. lebih dan lebih lagi. Hingga ia mencoba untuk menunjukkan bahwa sekarang aku lebih pantas untuknya, bukan lagi dengannya. Lalu? Akhirnya putus—nyambung dengan yang baru – putus lagi – cari yang baru.. berulang-ulang sampai masa remaja habis dinikmati oleh pacaran. Bagaimana akhirnya? Pendamping hidupnya kini mendapatkan sisa-sisa gombalan yang pernah ia keluarkan, sisa-sisa perhatian yang pernah ia utarakan.. hatinya sudah banyak yang memasuki, yang terakhir menjadi yang terakhir.. ironis! Seharusnya yang benar-benar itu yang harusnya ditempatkan posisi paling istimewa. Ya.. begitulah labilnya remaja, lantas apakah remaja hanya seperti itu? Jawabannya tak.. tak semua remaja berlaku seperti itu untuk urusan perasaannya. Aku mempunyai banyak sahabat yang menjadi inspirasiku tentang masalah perasaan…
#Nika 17-Thn
“cinta itu cukup aku yang merasakannya, Allah yang mengetahuinya. Karna jika sudah saatnya, aku tak perlu khawatir ia akan bersama dengan sendirinya”

#YULI 16-THN
“aku hanya menikmati perasaan yang ada, tak mengungkapkannya kepada orang yang salah, hanya ku ungkapkan pada orang-orang yang mengerti, yang tidak mengompori untuk melakukan hubungan tak halal, karna bagiku, memberikan cinta untuk seseorang itu hanya sekali seumur hidup, hanya untuk yang halal”
Seperti itulah beberapa testimoni sahabat remajaku yang mengungkapkan tentang cinta . itu baru yang dari anak anak remaja yang faham hakikat cinta sebenarnya. Belum lagi yang sudah berpengalaman dalam dunia ‘pacaran’ alias ia pernah pacaran namun sekarang sudah tak ingin lagi mungkin ia jera atas dampak pacaran..
#TRIA 16THN
.
#



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

trimiss sudah meluangkan waktu untuk membaca.. kami butuh kritik dan saran nya :) silahkan beri komentar