Bismillah…
Matahari mulai terang, saat itu aku bangun
kesiangan lagi. Dan anehnya kebiasaan buruk setiap minggu terulang-ulang terus menerus. tanpa
rasa penyesalan saat itu kutinggalkan subuhku (lagi). “umi.. makanan sudah siap
belum, aku lapar” gerutuku,tanpa memperdulikan umiku yang sudah beradu dengan
panasnya minyak dan pengapnya dapur. Karna bau masakan umi yang mengundang
selera hingga masuk ke kamar, “dina, kamu kesiangan lagi ?? Enak saja
menanyakan makanan sudah siap atau belum, mandi dulu sana, kamu kan perawan!
jam tujuh masih aja dikamar. Bukannya bantuin umi malah mau minta makan, mandi
dulu sana” suara umiku masih terdengar samar ditelingaku yang setengah sadar.
Akupun bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. “aku berangkat mi” teriakku
saat mengendarai motor matic yang meninggalkan halaman rumah. Ya setiap hari
minggu aku selalu bermain dan karna beberapa hari lagi itu pembagian nilai
ijazah kelulusan, jadi aku me refreshing-kan diri dengan teman teman. Ya dulu
aku adalah remaja yang jauh dari islam, pakaian ku masih terbilang sangat
minim, rambut selalu terurai dan selalu memakai topi kebanggaan, ya sebuah
‘topi’ kebangganku bertuliskan ‘#FreeGirlS’. Bukan sebuah ‘kerudung’ entah apa
yang masuk kebenakku saat itu.
aku beranggapan bahwa kerudung itu yang
membuat kita terkekang, kerudung adalah keterikatan, dan sebuah topeng kebaikan
yang bebas dipakai oleh orang2 jahat’ padahal ku tahu umiku memakainya
begitupula tante ku.. tapi tidak bagi diriku. ‘aku hanya ingin menikmati masa
remajaku’ benakku. Shuffling, nge-ceng, nongkrong di sevel hanya untuk bersenda
gurau menikmati keceriaan dan kebebasan. ‘toh walaupun aku gak berjilbab, aku
baik. Gak macem-macem’ pikirku ketika ku membaca selembaran kertas Seminar THE
POWER OF HIJAB yang tertempel dipintu pagar rumahku, itu adalah acara sebuah
sekolah yang lumayan dekat dengan rumahku, dan sekolah itupun jadi incaranku
untuk melanjutkan sekolah disitu setelah lulus SMP nanti.
“assalamualaikum tante, dina nya ada?”
suara itu tak asing lagi denganku. Aku pun menghampirinya. “dinaa.. gue dapet
arisan nih, shopping yuk” ajak leli sahabatku. tanpa pikir panjang, ku ambil
tangan umiku yang sedang menyapu teras dan menciumnya “mii dina shopping yaa”
ucapku sambil meninggalkannya. Entah apa yang ada dalam benak umi saat itu,
apakah dia meridhoi kepergianku atau tidak, aku tak pernah perduli dengan itu.
Sampai disebuah mall yang cukup ternama, Leli mengajakku kesebuah toko fashion
trend dia pun membeli beberapa stelan dan jeans. tak lupa akupun dipilihkannya
baju yang tangannya panjang dan lumayan simple namun tetap elegan, dengan
sebuah leviss bahan berwarna hitam. Setelah puas berbelanja kami pun mampir
dikedai kopi Leli memesankan segelas latte untukku.. hm.. rasanya indah sekali
menjadi remaja. Namun ketika aku sedang menikmati lembutnya krim latte, mata ku
tertuju pada seorang gadis yang menurutku dia mengalihkan pandanganku.. amat
sejuk sekali wajahnya dan senyumannya, terlihat sayu mata yang tersembunyi oleh
kaca mata. rapih sekali pakaiannya, walaupun aku tidak menyukai orang yang
berjilbab namun kini, sungguh aku menyukainya, “anggun sekali” batinku..
kerudung yang menjuntai hingga dada,dengan pin imut mengait kerudungnya dan
gamis polos berwarna coklat.
“assalamualaikum.. abi, Zahra berangkat
dulu ya, ada rapat lanjutan seminar disekolah, abi izinkan Zahra atau tidak??”
ucapnya kepada bapak tua berkoko putih yang sedang duduk tidak jauh dari ku, aku yakin dialah pemilik kedai
ini, dan dia adalah ayah dari gadis ini. “waalaikumussalam, iya nak. Hati-hati,
abi izinkan, jangan terlalu lama nak, ibu pasti perlu bantuan, jika sudah
selesai bantulah ibu dirumah” jawab pria berkoko itu. “iyah abi, Zahra usahakan
agar urusannya cepat selesai” jawabnya dengan penuh kelembutan. “Din.. Dina..
ayo pulang.. dah siang nih, gue dah di Bbm ibu, suruh pulang.” “Dinaaa!!” ucap
leli keras, membuatku tersadar dari perhatianku terhadap gadis yang bernama
Zahra tadi.. “eh iyah, sorry-sorry, santai aja keleus. Ayo pulang” ucapku pada Leli..
diperjalanan pulang aku masih memikirkan Gadis tersebut, “kok ada yah orang
berkerudung begitu sopan, setahuku semua teman smpku yang berkerudung tidak
jauh lebih baik dengan yg tidak berkerudung” gumamku, tapi. gadis tersebut yg
akhirnya melunturkan semua mindset ku tentang hal-hal negative wanita
berkerudung.. hari ini hari selasa yap.. ini adalah pengambilan ijazah dan
nilai Ujian penentu kelanjutan study-ku.. seluruh kelas 9 berpakaian adat
indonesia, aku berpakaian adat sunda dengan sanggul dari rambut asliku.. dan
akhirnya selembar kertas itupun dibagikan kelas perkelas. Ya ijazah pun dibagi
hari itu juga, Alhamdulillah pantas saja nilai dirahasiakan ternyata semua
murid kelas 9 lulus, dan ijazah langsung diterima pada hari ini.
Katanya langsung.. kecerian mewarnai
sekolahku.. 3 tahun ku mengemban ilmu disini, suka duka sebagai remaja telah
kualami. Foto-foto bareng, pesta kecil”an untuk merayakan kelulusan kami yang
kami lakukan saat itu. Tak ingat kami tentang bersyukur atau sekedar kemasjid untuk
salat, tidak sama sekali terlintas dibenakku.
Dengan berbekal nilai Ijazah yan cukup bagus aku pun bertekad untuk
mendaftarkan diri ke sebuah SMK yang sudah menjadi incaranku dulu. Ya saat itu
panitianya guru-guru. Dan tak kusangka gadis bernama Zahra yang kutemui
beberapa hari lalu di kedai kopi bersekolah disini, dia mempromosikan acara
seminar yang waktu lalu kulihat di pintu gerbang rumahku. Ohh jadi disni, “adik
adik nanti datang yaaa” ucapnya riang dengan penuh harapan. “kak ikut seminar
daftar ngga?” tanyaku menghampiri gadis itu yang sedang bersandar dibangku
panjang dekat masjid sekolah. “hm.. engga de, kalau mau ikut, ikut aja ajak
sekalian temannya ya, yang belum pakai jilbab” ucap dia.
Aku senang sekali
berbicara dengannya nadanya sungguh indah, keceriaan yang kudapat. Padahal yg
kutahu mana mungkin orang berkerudnung seramah ini, pasti ia jutek, apalagi
sama yg belum berkerudung. Dan itu salah! Salah besar. Pada akhirnya aku
mendapat konfrimasi email bahwa aku terdaftar dalam peserta disekolah tersebut.
Hari ini seminar THE POWER OF HIJAB season ke season ku perhatikan, ku dalami,
kuhayati,, betapa jauh diri ini dari identitas sebagai muslimah, mata berubah
menjadi sungai air mata yg terus mengalir karna penyesalan. Ya, hidupku berubah
180◦ aku membanting kearah yang lebih baik lagi, akupun menekadkan diri untuk
menutup auratku. Memilih untuk menjauhi mall yang dulu sering menjadi tempat
favoritku, meskipun dulu baru pakai celana leviss bahan dan baju panjang yg
diberikan Leli, ka Zahra tak lelah memotivasiku, iapun sempat memberikanku
hadiah gamis dan kerudung. Namun tak pernah ku pakai karna aku masih belajar
tak pantas memakai serapih itu, setelah masuk sekolah di SMK tersebut aku
memilih ekstrakulikuler ROHIS. Disana
aku lebih merasakan bahwa indahnya remaja itu saat dia dekat dengan tuhannya,
mengurus tempat ibadahnya, bercanda dengan kawan sejenis, bukan seperti aku
dulu, bercampur tak ada batasan, kini.. akupun mulai berubah hingga umi
berpesan “nak, bukan umi yang menyuruhmu berjilbab, bukan umi yang menyuruhmu
sopan, bukan umi pula yang menghentikan atau menyuruhmu untuk tak berfoya-foya
lagi. Itu semua fitrah dan hidayah dari Allah, Allah memberikan hidayah pada
tempat-tempat yang tak kau duga maka
jemputlah ia dengan keistiqomahan, semoga kamu jadi anak ummi yang sholeha ya..
umi bangga atas berubahnya kamu” pesan umi paadaku. Hari kehari kian lebar dan
kian panjang busana ku. Dan ditutup dengan kaus kaki. Kini mahkota
kembanggaanku bukan lagi ‘Topi #FreeGirlS’ tapi
kerudung berpin yang bertulis ‘AkuAkhwatRohis’ dengan kartun muslimah
yang mungil. Sekarang aku tidak lagi ke Mall, aku kira Mall tempat terindah
namun tak bisa memberi kenyamanan seperti nyamannya aku dimasjid. Walaupun
berbeda jauh bangunannya, aku merasakan ketentraman yang tak kurasakan ketika
aku di Mall, kini Sevel beranti Holaqoh, Les Shuffle berganti Mentoring.. ya
Allah.. terimakasih atas semua ini, perubahan ini..
semoga kau
tetapkan iman dan Islamku ya Allah.. J Aamiin..
Karya
: Anida Ulhaq
Anidaulhaq.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
trimiss sudah meluangkan waktu untuk membaca.. kami butuh kritik dan saran nya :) silahkan beri komentar