Minggu, 05 April 2015

Awal Perubahan

Bismillah…
 #SEMINAR PERUBAHAN

Matahari mulai terang, saat itu aku bangun kesiangan lagi. Dan anehnya kebiasaan buruk setiap  minggu terulang-ulang terus menerus. tanpa rasa penyesalan saat itu kutinggalkan subuhku (lagi). “umi.. makanan sudah siap belum, aku lapar” gerutuku,tanpa memperdulikan umiku yang sudah beradu dengan panasnya minyak dan pengapnya dapur. Karna bau masakan umi yang mengundang selera hingga masuk ke kamar, “dina, kamu kesiangan lagi ?? Enak saja menanyakan makanan sudah siap atau belum, mandi dulu sana, kamu kan perawan! jam tujuh masih aja dikamar. Bukannya bantuin umi malah mau minta makan, mandi dulu sana” suara umiku masih terdengar samar ditelingaku yang setengah sadar. Akupun bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. “aku berangkat mi” teriakku saat mengendarai motor matic yang meninggalkan halaman rumah. Ya setiap hari minggu aku selalu bermain dan karna beberapa hari lagi itu pembagian nilai ijazah kelulusan, jadi aku me refreshing-kan diri dengan teman teman. Ya dulu aku adalah remaja yang jauh dari islam, pakaian ku masih terbilang sangat minim, rambut selalu terurai dan selalu memakai topi kebanggaan, ya sebuah ‘topi’ kebangganku bertuliskan ‘#FreeGirlS’. Bukan sebuah ‘kerudung’ entah apa yang masuk kebenakku saat itu.
aku beranggapan bahwa kerudung itu yang membuat kita terkekang, kerudung adalah keterikatan, dan sebuah topeng kebaikan yang bebas dipakai oleh orang2 jahat’ padahal ku tahu umiku memakainya begitupula tante ku.. tapi tidak bagi diriku. ‘aku hanya ingin menikmati masa remajaku’ benakku. Shuffling, nge-ceng, nongkrong di sevel hanya untuk bersenda gurau menikmati keceriaan dan kebebasan. ‘toh walaupun aku gak berjilbab, aku baik. Gak macem-macem’ pikirku ketika ku membaca selembaran kertas Seminar THE POWER OF HIJAB yang tertempel dipintu pagar rumahku, itu adalah acara sebuah sekolah yang lumayan dekat dengan rumahku, dan sekolah itupun jadi incaranku untuk melanjutkan sekolah disitu setelah lulus SMP nanti.
“assalamualaikum tante, dina nya ada?” suara itu tak asing lagi denganku. Aku pun menghampirinya. “dinaa.. gue dapet arisan nih, shopping yuk” ajak leli sahabatku. tanpa pikir panjang, ku ambil tangan umiku yang sedang menyapu teras dan menciumnya “mii dina shopping yaa” ucapku sambil meninggalkannya. Entah apa yang ada dalam benak umi saat itu, apakah dia meridhoi kepergianku atau tidak, aku tak pernah perduli dengan itu. Sampai disebuah mall yang cukup ternama, Leli mengajakku kesebuah toko fashion trend dia pun membeli beberapa stelan dan jeans. tak lupa akupun dipilihkannya baju yang tangannya panjang dan lumayan simple namun tetap elegan, dengan sebuah leviss bahan berwarna hitam. Setelah puas berbelanja kami pun mampir dikedai kopi Leli memesankan segelas latte untukku.. hm.. rasanya indah sekali menjadi remaja. Namun ketika aku sedang menikmati lembutnya krim latte, mata ku tertuju pada seorang gadis yang menurutku dia mengalihkan pandanganku.. amat sejuk sekali wajahnya dan senyumannya, terlihat sayu mata yang tersembunyi oleh kaca mata. rapih sekali pakaiannya, walaupun aku tidak menyukai orang yang berjilbab namun kini, sungguh aku menyukainya, “anggun sekali” batinku.. kerudung yang menjuntai hingga dada,dengan pin imut mengait kerudungnya dan gamis polos berwarna coklat.
“assalamualaikum.. abi, Zahra berangkat dulu ya, ada rapat lanjutan seminar disekolah, abi izinkan Zahra atau tidak??” ucapnya kepada bapak tua berkoko putih yang sedang duduk  tidak jauh dari ku, aku yakin dialah pemilik kedai ini, dan dia adalah ayah dari gadis ini. “waalaikumussalam, iya nak. Hati-hati, abi izinkan, jangan terlalu lama nak, ibu pasti perlu bantuan, jika sudah selesai bantulah ibu dirumah” jawab pria berkoko itu. “iyah abi, Zahra usahakan agar urusannya cepat selesai” jawabnya dengan penuh kelembutan. “Din.. Dina.. ayo pulang.. dah siang nih, gue dah di Bbm ibu, suruh pulang.” “Dinaaa!!” ucap leli keras, membuatku tersadar dari perhatianku terhadap gadis yang bernama Zahra tadi.. “eh iyah, sorry-sorry, santai aja keleus. Ayo pulang” ucapku pada Leli.. diperjalanan pulang aku masih memikirkan Gadis tersebut, “kok ada yah orang berkerudung begitu sopan, setahuku semua teman smpku yang berkerudung tidak jauh lebih baik dengan yg tidak berkerudung” gumamku, tapi. gadis tersebut yg akhirnya melunturkan semua mindset ku tentang hal-hal negative wanita berkerudung.. hari ini hari selasa yap.. ini adalah pengambilan ijazah dan nilai Ujian penentu kelanjutan study-ku.. seluruh kelas 9 berpakaian adat indonesia, aku berpakaian adat sunda dengan sanggul dari rambut asliku.. dan akhirnya selembar kertas itupun dibagikan kelas perkelas. Ya ijazah pun dibagi hari itu juga, Alhamdulillah pantas saja nilai dirahasiakan ternyata semua murid kelas 9 lulus, dan ijazah langsung diterima pada hari ini.
Katanya langsung.. kecerian mewarnai sekolahku.. 3 tahun ku mengemban ilmu disini, suka duka sebagai remaja telah kualami. Foto-foto bareng, pesta kecil”an untuk merayakan kelulusan kami yang kami lakukan saat itu. Tak ingat kami tentang bersyukur atau sekedar kemasjid untuk salat, tidak sama sekali terlintas dibenakku.  Dengan berbekal nilai Ijazah yan cukup bagus aku pun bertekad untuk mendaftarkan diri ke sebuah SMK yang sudah menjadi incaranku dulu. Ya saat itu panitianya guru-guru. Dan tak kusangka gadis bernama Zahra yang kutemui beberapa hari lalu di kedai kopi bersekolah disini, dia mempromosikan acara seminar yang waktu lalu kulihat di pintu gerbang rumahku. Ohh jadi disni, “adik adik nanti datang yaaa” ucapnya riang dengan penuh harapan. “kak ikut seminar daftar ngga?” tanyaku menghampiri gadis itu yang sedang bersandar dibangku panjang dekat masjid sekolah. “hm.. engga de, kalau mau ikut, ikut aja ajak sekalian temannya ya, yang belum pakai jilbab” ucap dia.
Aku senang sekali berbicara dengannya nadanya sungguh indah, keceriaan yang kudapat. Padahal yg kutahu mana mungkin orang berkerudnung seramah ini, pasti ia jutek, apalagi sama yg belum berkerudung. Dan itu salah! Salah besar. Pada akhirnya aku mendapat konfrimasi email bahwa aku terdaftar dalam peserta disekolah tersebut. Hari ini seminar THE POWER OF HIJAB season ke season ku perhatikan, ku dalami, kuhayati,, betapa jauh diri ini dari identitas sebagai muslimah, mata berubah menjadi sungai air mata yg terus mengalir karna penyesalan. Ya, hidupku berubah 180◦ aku membanting kearah yang lebih baik lagi, akupun menekadkan diri untuk menutup auratku. Memilih untuk menjauhi mall yang dulu sering menjadi tempat favoritku, meskipun dulu baru pakai celana leviss bahan dan baju panjang yg diberikan Leli, ka Zahra tak lelah memotivasiku, iapun sempat memberikanku hadiah gamis dan kerudung. Namun tak pernah ku pakai karna aku masih belajar tak pantas memakai serapih itu, setelah masuk sekolah di SMK tersebut aku memilih ekstrakulikuler ROHIS.                       Disana aku lebih merasakan bahwa indahnya remaja itu saat dia dekat dengan tuhannya, mengurus tempat ibadahnya, bercanda dengan kawan sejenis, bukan seperti aku dulu, bercampur tak ada batasan, kini.. akupun mulai berubah hingga umi berpesan “nak, bukan umi yang menyuruhmu berjilbab, bukan umi yang menyuruhmu sopan, bukan umi pula yang menghentikan atau menyuruhmu untuk tak berfoya-foya lagi. Itu semua fitrah dan hidayah dari Allah, Allah memberikan hidayah pada tempat-tempat  yang tak kau duga maka jemputlah ia dengan keistiqomahan, semoga kamu jadi anak ummi yang sholeha ya.. umi bangga atas berubahnya kamu” pesan umi paadaku. Hari kehari kian lebar dan kian panjang busana ku. Dan ditutup dengan kaus kaki. Kini mahkota kembanggaanku bukan lagi ‘Topi #FreeGirlS’ tapi  kerudung berpin yang bertulis ‘AkuAkhwatRohis’ dengan kartun muslimah yang mungil. Sekarang aku tidak lagi ke Mall, aku kira Mall tempat terindah namun tak bisa memberi kenyamanan seperti nyamannya aku dimasjid. Walaupun berbeda jauh bangunannya, aku merasakan ketentraman yang tak kurasakan ketika aku di Mall, kini Sevel beranti Holaqoh, Les Shuffle berganti Mentoring.. ya Allah.. terimakasih atas semua ini, perubahan ini..
semoga kau tetapkan iman dan Islamku ya Allah.. J Aamiin..

Karya : Anida Ulhaq
Anidaulhaq.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

trimiss sudah meluangkan waktu untuk membaca.. kami butuh kritik dan saran nya :) silahkan beri komentar