Bismillah..
Saya Anida Ulhaq, no urut peserta 036 dari SMKN 36 JAKARTA ingin menceritakan 3 hari berkesan di Lembang,Bandung saat mengikuti Leadership Survival Camp pada 20-22 Maret 2015. Simak yaaa :D
Jumat, 20 Maret 2015
Pagi ini saya bangun seperti biasanya, karena sekolah saya pun mematok
jam masuk lebih awal dari sekolah-sekolah biasanya, pagi-pagi sekali saya sudah
bersiap-siap keterminal Tj.Priok untuk mengikuti Leadership Survival Camp yang
ada di Bandung. Pagi itu udara dijakarta lumayan sejuk dari biasanya hehe saya
pun sempat ditawari nasi uduk, namun saya lebih memilih untuk langsung saja ke
terminal, karna piker saya jika saya makan saat itu saya akan mengulur waktu..
lalu berangkatlah saya keterminal dari depan warung saya, karna kebetulan
warung saya didekat jalan raya, yang biasa dilalui oleh metromini 41 jurusan
Tj.Priok, didalam perjalanan saya merasa ribet sekali, karna bawaan saya
mungkin terlalu banyak hihi, maklum mau camping :D by the way.. this is first
time ikut kegiatan camp, makanya barang bawaanya paket super lengkap minus
tenda dan sleeping bag sih, hehe. Oke tiba di terminal saya langsung menuju
tempat bis, dan Alhamdulillah ! jalan sedikit ada bis jurusan Tj.Priok –
Bandung melintas. Saya pun langsung melambaikan tangan, kondektur supir pun
memahami kode saya hihi.. ia mempersilahkan saya masuk. Beberapa pasang mata
melihat kearah saya. Mungkin karna jaket yang saya pakai juga terlalu tebak
hihi dan tas saya yang terlalu besar .. untungnya masih banyak bangku kosong,
saya pun memilih untuk duduk di tengah, dan dipinggir jendela. Saya memutuskan
untuk tidur dalam perjalanan, sesekali saya melihat handphone saya yang sudah
saya pasang akses GPS untuk melihat seberapa jauh dan berapa lama lagi waktu
yang saya tempuh untuk sampai terminal LewiPanjang Bandung. Sesekali saya
membenarkan posisi duduk saya, bayangkan saja berapa lama saya duduk dan itu
rasanya pegal sekali.. oke, sesekali saya melihat jam di handphone lalu
memasukannya kembali kedalam tas, lalu saya memejamkan mata dan mengulang
aktivitas itu beberapa kali, sampai akhirnya tibalah saya di terminal Lewi
Panjang, waaa !! its ma first experience! Ketika saya menginjakan kaki di luar
kota sendirian.. hihi.. diterminal banyak sekali tukang taksi yang meminta saya
untuk melanjutkan perjalanan dengan taksinya.. saya bilang “ongkos saya aja ga
cukup pa, kalau sekarang naik taksi, bisa bisa ngga bisa pulang ke Jakarta”.
Hehe kurang lebihnya saya bilang begitu xD nah ada anak kecil gitu kan di
terminal, dia lagi bantuin supir untuk menarik penumpang.. dia bilang “hayu..
kalapa kalapa kalapa” gitu.. ya, dikit-dikit ngerti lah saya hihi artinya
kelapa, nah saya nanya adik kecil itu “dik kalau mau ke terminal Ledeng UPI
naik apa yah ?” Tanya saya. Lalu dia menujuk ke salah satu bis, ukurannya
seperti mikrolet metromini di Jakarta nama bus itu adalah Damri nah didalam bus
itu saya duduk dan memangku tas berat saya karena katanya ada controlling, wah
hebat ya. Hihi.. di perjalanan menuju terminal Ledeng saya cukup menikmati
pemandangan Bandung saat itu, saya pun sempat menanyakan berapa ongkos ke
terminal Ledeng ke salah satu penumpang yang tepat duduk di depan saya “mas
misi, ke terminal ledeng berapa ya?” Tanya saya. Terus kata masnya “tiga ribu
lima ratus dek”. Balas mas-masnya “ok terimakasih”lanjut saya.. sesampainya di
terminal Ledeng saya nyebrang ke sisi jalan yang berlainan karna disitulah arah
angkutan umum menuju lembang, tak menunggu cukup lama karna ada angkut yang
nge-tem saya langsung naik, di depan bersama supir angkut tersebut. Jalanan
aggak lenggang, menanjak keatas, udara Bandung terasa sekali.. dingin, sejuk,
sesekali saya melihat gunung-gunung atau gundukkan tanah yang dihiasi
pohon-pohon menjulang disisi-sisinya hehe sampai di pasar saya turun dengan
memberikan ongkos sebesar 5000 rupiah, lalu saya diarahkan untuk melanjutkan
naik angkot yang berwarna kuning, menuju Maribaya. Di situ saya nunggu cukup
lama sekali.. didalam angkut sesekali saya memberi tahu kepada supir angkut
agar saya diantar ke Nurul Fikri, dan setelah menunggu lama angkot itu pun
dipenuhi penumpang dan mulailah beroprasi.. cukup jauh ya, namun saat saya
melihat gps saya merasa jauh dari NFBS, dan ya! Benar saja.. ada bapak-bapak
yang bilang “de kamu mau ke Nurul Fikri kan? Ini udah jauh loh! Ko tadi ga
turun?” Tanya bapak-bapak itu . “hah? Bang kiri.” Teriakku. Huft.. jengkel
tiba-tiba perasaanku saat itu “bang kan saya bilang turunin di Nurul Fikri, ko
Kelewatan sih” nada saya kesal. “maaf dek, saya lupa, gimana dong? “ balas supir
angkot itu. “ya ngga gimana-gimana pa, yaudah ngga apa-apa” Saya langsung
memberi uang 5000. Angkot itupun pergi meninggalkan saya, saya mencari warung
dan Alhamdulillah ada warung dan apa yang saya inginkan ada , ya! Saya membeli
jarum pentul dan ketika itu saya pun bertanya “pa kalau mau ke Nurul Fikri
kemana ya? Saya tadi kebablasan” Tanya saya, bapak tersebut pun kebawah
memanggil ojek untuk saya, saya pun berterimakasih kepada bapak tersebut, lalu
sayapun naik ojek, dan turun tepat dibelakang Nurul Fikri, ojek itu menyaranan
agar saya berjalan kaki karna medan kebawah tidak bisa dilalui kendaraan
bermotor akhirnya sayapun berjalan ke bawah dan ya! Alhamdulillah sampai… J saya bertemu alumni
LSC 1 , saya lupa namanya dia akhwat suaranya kecil, saya bertanya perihal buku
kerja saya, tapi jawabannya membingungkan hehe katanya yaudah dikumpulin aja
nanti di kasih tau lagi, padahal saya belum mengisi semua, hehe. Akhirnya saya
sholat Dzuhur di Mushola yang tidak jauh dari tempat registrasi.. dan setelah itu
kumpul serta berbincang-bincang bersama peserta akhwat yang lain, dan setelah
itu acara dimulai, kami disuruh membuat kelompok dan aku mendapatkan kelompok
yang beranggotakan 8 orang yaitu Anisa dari Balikpapan sebagai ketua, Cindy
dari Karawang, Wina,Wiwin,Bilqist,Sabrina dari Bandung dan Nuha dari malang,
kelompok kami bernama “ADELWEISS”. Yaitu bunga yang mengambilnya penuh
perjuangan karna bunga adelweiss itu ada di puncak gunung hehe, bunga itu
mengartikan seorang perempuan yang tangguh karna edelweiss itu tak gampang
mati, hihi.. ya semoga saja kami seperti itu.. yel-yel kami pun diambil dari
lagu edcoustic yang berjudul Remaja Peduli, dengan lirik yang sedikit dirubah
dan tambahan “edelweiss we can survive, Allahu Akbar !!”. ^_^ kami diperintahkan
untuk membawa peralatan Tali Pramuka,korek api, garam, makanan untuk satu malam
(saya ambil mie intant), pisau, ponco, jaket tebal selain itu barang-barang
saya tinggal di tas. Lalu saya kembali kumpul dan disuruh membuat bivak atau
tenda perlindungan, dari ponco dan tali pramuka, sayapun turun kebawah untuk
sholat ashar terlebih dahulu, setelah itu bivak kami pun jadi, walaupun
sedehana namun bisa untuk melindungi kami dari dinginnya malam dan basahnya air
hujan, kami gagal membuat api unggun, namun rasa lapar mulai menghampiri lalu
akupun mengambil mie instan lalu aku remukkan dan aku tambahkan bumbu, rasanya
tidak enak namun karna lapar saya pun memakannya yang lain pun merasakan karna
kami harus saling berbagi. Saya ingin sekali cepat-cepat melihat matahari
terbit karna saya rindu kehangatan, tubuh saya dingin sekali malam itu naumun
malam terasa sangat lamban.. subuh pun belum, saya sudah ingin melihat
matahari.. impossible kan? Hihi.. lantas sayapun memutuskan untuk menunggu
dengan berlatih untuk karya seni yang akan dipentaskan sewaktu-waktu ..
Alhamdulillah sudah memasuki waktu subuh kami pun sholat berjamaah dengan
beralaskan plastik, tanpa mukena, alas kaki pun masih sepatu dan kaus kaki..
namun tak menghambat semangat kami untuk melaksanakan sholat subuh.. beberapa
menit kemudian kami pun melihat matahari terbit hangat nya memang tak sehangat
api unggun saat persami namun lebih mendingan dari suhu semalam hehe..
Sabtu, 21 maret 2015
Waktu memasuki pagi .. kami dikumpulkan dibawah untuk menerima materi
senam pagi.. kami pun senam dengan suasana meriah yang menambah kehangatan pagi
hari.. melihat sekeliling pemandangannya indah sunrise disisi kanan menambah
indahnya alam ciptaan tuhan.. andai aku membawa handphone aku akan mengabadikan
moment ini, batinku hihi.. setelah senam kami diberi tahu untuk melanjutkan
sesi berikutnya yaitu outbond, yang terdiri dari pos-pos kami disuruh
mengumpulkan point, yang nantinya point itu akan dibelanjakan untuk membeli
bahan-bahan makanan. Pos pertama yang kelompok kami ikuti adalah spider net
atau jaring laba-laba ya, kami dihadapkan sebuah tali yang sudah di desain
sedemikian rupa seperti kotak-kotak dan kami harus melalui bolongan tersebut
tanpa merusaknya, kami sekelompok saling bahu membahu untuk mengangkat badan tim
kami, akhirnya kami bisa melewati dan mendapatkan point kami pun melanjutkan k
epos berikutnya yaitu dragon ball kami harus melalui medan yang cukup licin
untuk mengantar anggota tim agar sampai
ke depan, namun kami bisa melewatinya lalu pos yang kami tuju adalah pos saya
lupa namanya hehe tapi disitu ada tali raffia dan kaki kami diikat lalu disuruh
melewati tanpa menginjak atau menyentuh garis untuk melewati tantangan pos
berikut. Ya Alhamdulillah kita berhasil melewati dan melanjutkan ke epos berikutnya
yaitu water fall kami disuruh memenuhi bak dengan air dan mengangkatnya dengan
kaki, membagi dua kelompok yang satu bertugas mengambil air dengan sepatu yang
satu bertugas mengangkat bak dengan kaki, aku,Cindy dan Nuha yang bertugas
mengambil air menggunakan sepatu yang lainnya bertugas mengangkat bak dengan
kaki. Dipos ini kami gagal namun tetap semangat untuk menuju ke pos berikutnya
yaitu menjinakan bom, ya dipos ini juga saya gagal karna terlalu sulit untuk
mengambil bola kecil menggunakan tali yang sudah disiapkan hehe, lalu kami
kepos terakhir yaitu pos dimana kami harus mengeluarkan bola yang berada
didalam pipa yang sudah dibolongi karna bolongannya itu banyak jadi air yang
kami isi selalu keluar dan kami pun gagal dipos ini, akhirnya keompok kami yang
paling pertama selesai. Hehe dengan poin yang terkumpul kurang lebih 1230 kami
membelanjakan beras, kentang, kail untuk memancing, dan cabai . kami disuruh
membuat nasi lemang namun gagal karena hujan membasahkan kayu-kayu kami,
setelah itu kami disuruh mencari ikan di kolam mencarinya itu sulit sekali baju
yang kering akhirnya basah lagi… setelah lelah mencari dan akhirnya dapat, kami
disuruh membersihkan dan memotong ikan tersebut lalu kami diperintahkan untuk
memakannya mentah-mentah anisa ketua kelompok kami tidak menyukai ikan,
digoreng saja tidak mau makan apalagi mentah-mentah namun karna support ia pun
akhirnya memakan ikan tersebut walaupun akhirnya ia sedikit mual-mual ikannya
lumayan segar, ternyata tidak se-enek yang aku bayangkan. Akhirnya kami disuruh
membawa ganti baju.. setelah itu tracking kea rah hutan pinus dan melewati
medan yang menanjak dan licin sesekali aku merosot jatuh kebawah karna tanah
yang licin dan aku memang sedang memakai sandal hehe. Pemandangan di atas indah
sekali.. sesekali aku menyesal tidak membawa handphone untuk mengabadikan
momment2 tersebut. Kelompok ku sama sekali tidak membawa tempat air minum, tiba
di pemberhentian kelompok lain mengambil air dengan wadahnya masing-masing kami
hanya mengambilnya dengan tangan dan tidak ada untuk pembekalan dijalan namun
kami tetap semangat hehe, sesampainya dihutan pinus kami diperintahkan membuat
atau mendirikan solo bivak dan bagi yang tidak membawa ponco diperintahkan
untuk membuat bivak alam, aku menagmbil daun-daun yang cukup lebar untuk alas
dan tidak butuh waktu lama, bivak untuk tidur ku jadi, aku pun membantu
pembuatan bivak kelompokku, dan mengambil air di sungai. Namun ada kejadian
menyebalkan saat ingin mengambil air, aku harus mengitari dan memutar untuk
menemukan sungai namun akhirnya aku hanya meihat segenangan air yang tidak
mengalir dan itu sangat kecil akhirnya aku memutuskan untuk mengambil air di
sungai yang ada di bawah medan nya cukup licin walaupun sendiri saya berusaha
agar kelompok saya bisa minum hehe. Oke sudah itu kami disuruh istirahat. Dan
waktu malam tiba, kami dikumpulkan dan beberapa karya ditampilkan, menambah
kehangatan tubuh saat dinginnya malam menyelimuti, setelah itu kami diberikan
makanan yaitu buah konyal dan pisang rasanya enak sekali hehe, lumayan buat
ganjal perut,. Setelah itu kami kembali ke bivak masing-masing dan istirahat,
tubuh saya mulai merasakan dinginnya hutan pinus, gemeletuk gigi mulai tak
beraturan, badan menggeliat tak tenang, tangan memeluk erat perut .. akhirnya
saya keluar untuk ke kobaran api sekedar menghangatkan tubuh lalu setelah cukup
hangat saya kembali ke bivak
Minggu, 22 Maret 2015
setelah itu saya sholat subuh,
lalu membereskan bivak sedikit-demi sedikit. Kamipun diperintahkan untuk
membuat nasi rica-rica namun kelompok kami gagal lagi karna api yang kami buat
tidak cukup lama untuk bertahan hehe, akhirnya kami disuruh membereskan bekas
bivak tadi malam, dan untuk melanjutkan sesi berikutnya kami diperintahkan
untuk memakan cacing, that’s unforgettable moment in my live. Karna apa? Saya
jijik banget sama binatang yang satu ini, geli, pokoknya mau teriak, tapi
yasudahlah dengan bantuan air minum saya menelannya mentah –mentah. Kamipun
kembali ke bescamp, setelah itu kami diperintahkan untuk menceritakan pengalaman
dan pengajaran apa yang kami dapatkan, begitu banyak sampai tidak bisa saya
jelaskan hehe. Dari mulai kita harus peduli, ga boleh egois, harus sama-sama,
semangat, gaboleh cepet nyerah, sabar, dan lain lain. Kami disuruh nyebur lagi
ke air coklat untuk mengambil bendera, sesi pertama akhwat karna akhwat gagal
ikhwan pun menyiapkan formasi yang cukup jitu untuk mengambil bendera tersebut,
akhirnya YEAYYY LSC @3 TAPAK BADAK LULUS, walau Sempat ada drama saat kelulusan
kami karna ya, saya juga merasa bahwa seorang survive harus jujur namun ada
beberapa yang kurang tepat kejujurannya ._. hehe lama sekali sampai saya
mengeluarkan air mata hehe, setelah itu sesi foto-foto dan ditutup dengan
makan-makan Alhamdulillah 2hari gak ketemu nasi, saya makan lahap sekali saat
itu lalu setelah itu penutupan saya mandi dan mengambil sertifikat dan
Alhamdulillah dapat tumpangan untuk ke terminal Lewi panjang dari Sabrina,Aceng
dan Nurul diperjalanan kami bercengkrama tentang rohis masing-masing, seru..
dapat teman-teman baru hehe akhirnya satu persatu dari kami turun , terakhir
aku dan aceng turun di terminal lewi panjang, kami melihat jadwal keberangkatan
bus lalu setelah dapat kami pun berpisah dan saya melanjutkan untuk ke bis
primajasa jurusan tj.priok setelah diperjalanan lelah saya sampai jam 9 malam
di Tj.priok dan memutuskan untuk mengojek karna sudah malam, saya takut naik
angkot malam-malam akhirnya setelah melakukan negosisasi ojek , saya
mendapatkan ongkos ojek 20.000 hihi dan saya sampai di rumah dengan selamat
\(^_^)/ Alhamdulillah.. thanks LSC & TAPAK BADAK J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
trimiss sudah meluangkan waktu untuk membaca.. kami butuh kritik dan saran nya :) silahkan beri komentar